SENTRASULTENG.COM, Jakarta – Presenter sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, akhirnya angkat bicara terkait polemik kehadirannya dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada belum lama ini, Raffi menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut hanya untuk memenuhi undangan resmi. Ia memastikan tidak terlibat sebagai penggagas, inisiator, maupun panitia penyelenggara acara.
Suami Nagita Slavina itu mengungkapkan bahwa informasi mengenai agenda deklarasi tersebut baru diterimanya pada malam sebelum kegiatan berlangsung.
Raffi juga menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam proses persiapan, perencanaan teknis, hingga penentuan susunan pengisi acara. Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci siapa saja pihak maupun kelompok masyarakat yang diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Klarifikasi Raffi muncul setelah pelaksanaan deklarasi menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah pihak mempertanyakan identitas peserta yang diduga bukan mahasiswa sebagaimana yang dipersepsikan dalam kegiatan tersebut.
Situasi itu kemudian memunculkan berbagai tudingan, termasuk dugaan keterlibatan Raffi dalam pengerahan massa bayaran. Namanya juga dikaitkan dengan penempatan atribut merek air mineral tertentu di lokasi acara.
Menanggapi hal tersebut, Raffi menjelaskan bahwa fasilitas yang memuat identitas merek sponsor tersebut telah terpasang sejak sebelumnya dan tidak berkaitan dengan kehadirannya dalam kegiatan deklarasi.
Di tengah polemik yang berkembang, Raffi tetap menyampaikan penghormatannya terhadap aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada 28 Oktober 2026.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang harus dihormati. Ia juga menilai aspirasi dan kritik mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.
Raffi menegaskan dirinya selalu terbuka terhadap kritik, saran, serta masukan konstruktif dari masyarakat. Ia memandang dialog sebagai bagian penting dalam menyikapi perbedaan pandangan di ruang publik.
Menutup klarifikasinya, Raffi mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia berharap setiap informasi yang beredar terlebih dahulu diperiksa kebenarannya berdasarkan fakta, sehingga tidak berkembang menjadi prasangka maupun tudingan yang belum terbukti.
Ia juga berharap polemik yang menyeret namanya tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keluarga maupun pihak lain.***
Sumber: Instagram @raffinagita1717







